Catatan : Email ini dikirmkan oleh Pak Muchlis Hamid
ke Mailing List RantauNet menanggapi atau menambah masukan dalam diskusi
persiapan Kongres Kebudayaan Minangkabau KKM[P/K] Pertama/Kelima
DEKLARASI KOTO BARU SOLOK 2005
Kami Wali
Nagari, Ketua Badan Perwakilan Nagari atau Anak Nagari (BMN atau BPAN), Ketua
Kerapatan Adat Nagari (KAN), Pemangku Adat, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo
Kanduang dan generasi muda se Kabupaten Solok, Kota Solok dan Perwakilan
Kabupaten Solok Selatan, setelah berkumpul dan bermusyawarah (baiyo batido) di
Gedung Solok Nan Indah Koto Baru Solok atas kerja sama pengurus Solok Saiyo
Sakato (3) Jakarta dan sekitarnya dengan Lembaga Kerapatan Adat Alam
Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Solok dan Pemerintah Daerah Kabupaten Solok dari
tanggal 18 sampai dengan 19 Januari 2005; musyawarah mana kami fokuskan kepada
pembahasan praktik pengelolaan suku (Manajemen Suku) yang berlaku dewasa ini :
Pasar
Muara Labuh Banjir, Aktivitas Jual Beli Terganggu
Banjir akibat hujan yang mengguyur Solok Selatan
sejak subuh tadi juga menggenangi Pasar Muara Labuh baru, di Kampung Palak,
Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu. Banjir ini akibat luapan Sungai
Batang Suliti yang berada di belakang Pasar Muara Labuh yang berjarak sekitar
10 meter. Air masuk dari sebelah barat pasar.
Akibat banjir ini, para pedagang kali lima (PKL) yang kiosnya
terkena banjir terpaksa mencari lokasi yang lebih tinggi, seperti di los-los
yang kosong.
Banjir ini mengakibatkan akitifitas jual beli di
pasar yang diresmikan Desember 2009 lalu oleh Sekdaprov Sumbar Firdaus, K,
terganggu.